Pagi hari sudah diusik problematika klasik. Disiplin atau solidaritas? Egois atau peduli? Datang tepat waktu atau menunggu teman yang telat?. Bagai buah simalakama, apapun sikap yang diambil tetap saja terdapat akibatnya masing-masing. Akhirnya aku memilih solidaritas. Yah walaupun nanti akan diteriaki, dimarahi, dihukum atau apapun itu, setidaknya aku tak kehilangan teman seperjuangan.
Bicara masalah Opening Ceremony
LKMM-TD FT ULM 2020, seperti biasa penuh dengan teriakan dengan maksud
ketegasan dan pendisiplinan. Dan itu masih dalam tahap yang wajar menurutku,
itung-itung latihan mental menghadapi bos yang galak waktu bekerja kelak. Jadi
gak perlu lah kalian merasa dibentak dan diperlakukan tidak manusiawi. Fakultas
Teknik ULM tak akan mau memiliki alumnus yang “lembek”. Diteriaki sedikit
alpor, dibentak sedikit lapor. Setidaknya itu menurutku.
Acara dilanjutkan dengan materi
yang disampaikan para petinggi kampus, perkenalan BEM, DPM, dan UKM yang ada di
FT ULM. Tidak ada yang spesial, kecuali suhu ruangan yang “panas bantir”. Tidak
sepenuhnya salah panitia, 10 pendingin ruangan (baca:AC) dan kipas angin sudah
dinyalakan tak mampu menurunkan suhu diruangan. Mungkin karena ruangannya tidak
memiliki jendela dan ventilasi.
Manfaat? Kurang terasa dampaknya.
Pembawaan dari MC nya yang kurang bersemangat ditambah kata-kata kurang enak
didengar membuat peserta semakin malas dan mempertanyakan apa manfaat
sebenaranya mengikuti LKMM-TD ini. Jikalau acara ini dibawakan dengan santai
dan seru namun tetap tegas menanggapi kesalahan mungkin acara ini dapat
berjalan dengan baik, bukannya membuat badmood dan “mencaci-maki” panitia dalam
hati.